<body>

Mademoiselle
dewita san
stads asmi dunk.........
E-Mail Me


Likes
#1 baca dunk...akhirna w nemeuin juga blog skins na death note....
#2 makan coz gara2 bnyk makan w ga gemuk-genuk.hehehehe...wkwkwkwkq


Hates
#1cicak..cicak..cicak dan cicak
#2ada dech rahasia...


Wishlist
gw pengen banet bisa jalan2 ke yunani ma ke mesir bareng2 ma temen2 n w bisa bikin jelek bangga ma w...

Jukebox

Music here.
For music, suggested sites are imeem.com, radioblogclub.com or iwebmusic.com



Tagboard

Add tagboard here


Pets

adopt your own virtual pet!



Antiquity

Mei 2008
Juni 2008


Exits
Friend1
Friend2


Credits
images
host
brushes
music
help
Ryuuzaki




Senin, 09 Juni 2008

PARIWISATA BANGKA-BELITUNG

Selamat Datang Di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung

Pulau Bangka yang dikenal sebagai penghasil Timah dan Lada Putih terbesar di Indonesia bahkan di dunia, memiliki sektor strategis berupa sektor pariwisata.

Sektor pariwisata saat ini sudah menjadi salah satu sektor unggulan di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung dan diharapkan sebagai penunjang utama dan dapat memberikan kontribusi yang besar bagi pendapatan negara dan pendapatan asli daerah (PAD) setelah timah. Pemerintah Kepulauan Bangka bersama pihak swasta saat ini sedang membangun fasilitas-fasilitas wisata yang dapat memberikan pelayanan untuk wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Bangka Belitung. Sektor pariwisata banyak melibatkan tenaga-tenaga terampil yang dengan sendirinya berpengaruh pada pertumbuhan perekonomian masyarakat Bangka. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan Nasional dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Selamat datang dan selamat menikmati keindahan alam dan keramahtamahan di daerah Sepintu Sedulang, Kepulauan Bangka Belitung.

Cakrawala Baru Di Zamrud Khatulistiwa

Selama ini Pulau Bangka terkenal sebagai penghasil timah terbesar di Indonesia, dan sebagai pulau lada putih yang termashur hingga ke mancanegara. Menurut sejarahnya, nama Bangka berasal dari kata Wangka yang berarti timah. Kata wangka tertoreh pada prasasti Kerajaan Sriwijaya yang ditemukan dekat Kota Kapur, Bangka Barat yang bertarikh 686 Masehi. Prasasti ini tersimpan di Museum Nasional Jakarta. Timah ditemukan pertama kali di Pulau Bangka sekitar tahun 1709, oleh orang-orang Jahore, yang untuk pertama kali digali di daerah Sungai Olin, Kecamatan Toboali.

Pada abad VII, pulau Bangka mulai dikunjungi orang-orang Hindu dari Siantan, Jahore, Malaysia dan Mataram. Kehadiran para pendatang itu, kemudian disusul oleh bangsa Belanda Lalu Inggris dan Jepang saat Perang Dunia II berkecamuk.

Secara Geografis, sebelah utara Pulau Bangka berbatasan dengan Laut Cina Selatan, sebelah barat dengan Selat Bangka dan Selat Gaspar, sebelah Selatan Laut Jawa, sebelah timur dengan Laut Cina Selatan dan dua selat, yakni Selat Karimata dan Selat Gaspar. Secara astronomis, Pulau Bangka berada pada posisi 1' 30 3' 7 Lintang Selatan dan 105' 107' Bujur Timur. Luas Pulau ini mencapai ± 11.615 km persegi, dengan kondisi topografi terdiri dari daratan rendah berbukit, rawa-rawa dengan hutan tropis, serta dikelilingi oleh pantai berpasir putih, pemandangan indah serta laut yang jernih.

Pulau Bangka berpenduduk ± 825.236 jiwa dengan kepadatan rata-rata 382.172 jiwa/km2, dengan pertumbuhan penduduk rata-rata 0,22/tahun. Penduduk pulau ini beraneka ragam etnik dari seluruh Indonesia . Mata pencaharian penduduk, ± 66% masih tergandung pada lahan pertanian. Penduduk asli Pulau Bangka memiliki karakter tersendiri yang terbentuk dari pengaruh lingkaran agama dan budaya. Sebagian besar penduduk beragama Islam di samping Krinten, Hindu, Budha dan Kong Fhu Chu.

ADAT DAN BUDAYA

Selain pantai, Bangka juga dikenal dengan keragaman budayanya. Dari budaya lokal hingga budaya "Import" yang dibawa para pendatang. Keragaman budaya inilah yang belakangan menjadi aset penting untuk mengembangkan pariwisata.

Pulau Bangka yang dikelilingi lautan, laksana surga-surga bagi para nelayan. Itulah secuil cermin tentang kebudayaan nelayan di pulau yang dulu dikenal sebagai penghasil timah.

Dalam perkembangannya, latar belakang masyarakat Bangka yang sebagian besar nelayan itu, ternyata turut mempengaruhi pertumbuhan kebudayaan lokal. Meski saat ini pola hidup masyarakat Bangka telah mulai bergeser, kebudayaan lokal yang mengandung unsur nelayan masih tetap kental mewarnai sendi-sendi kehidupan masyarakatnya. Paling tidak saat ini ada dua event budaya besar yang berhubungan dengan nelayan, yakni, upacara rebo kasan dan buang jong.

Selain itu ada ritual-ritual budaya yang dipengaruhi unsur religi, sementara pertunjukan kesenian Barongsai mewakili kebudayaan masyarakat pendatang (Tionghoa)

Tapi diantara banyak ritual budaya di Bangka, upacara sepintu sedulang boleh jadi memiliki makna yang khusus. Inilah ritual yang menggambarkan persatuan masyarakat Bangka.

Sepintu Sedulang

Kata sepintu sedulang adalah semboyan dan motto masyarakat Bangka yang bermakna adanya persatuan dan kesatuan serta gotong royong. Ritual ini adalah satu kegiatan penduduk pulau Bangka pada waktu pesta kampung membawa dulang berisi makanan untuk dimakan tamu tau siapa saja di balai adat.

Dari ritual ini, tercermin betapa masyarakat Bangka menjujung tinggi rasa persatuan dan kesatuan serta gotong royong, bukan hanya dilaksanakan penduduk setempat melainkan juga dengan para pendatang.

Jiwa gotong royong masyarakat Bangka cukup tinggi. Warga masyarakat akan mengulurkan tangannya membantu jika ada anggota warganya memerlukanya. Semua ini berjalan dengan dilandasi jiwa Sepintu Sedulang. Jiwa ini dapat disaksikan, misalnya pada saat panen lada, acara-acara adat, peringatan hari-hari besar keagamaan, perkawianan dan kematian. Acara ini lebih dikenal dengan sebutan Nganggung, yaitu kegiatan setiap rumah mengantarkan makanan dengan menggunakan dulang, yakni baki bulat besar.

Rebo Kasan

Inilah upacara yang sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Bangka khususnya nelayan. Upacara ini dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus memohon doa restu kepada Tuhan Yang Maha Esa agar terhindar dari bala (bencana) sebelum mereka turun ke laut untuk mencari ikan.

Upacara ini biasa dilakukan di daerah pesisir Pantai Anyer Kecamatan Merawang. Upacara rebo Kasan adalah gambaran dari harapan para nelayan agar hasil tangkapan ikan mereka melimpah.

Buang Joang

Mirip dengan upacara Rebo Kesan, upacara Buang Joang juga dilakukan masyarakat nelayan sebelum pergi ke laut. Dalam ritual ini para nelayan menyampaikan permohonan dan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar saat mencari ikan tidak mengalami musibah atau terkena bencana dilaut, serta semoga mendapatkan penghasilan ikan yang banyak. Upacara ini bisa dilakukan oleh masyarakat di pantai Belimbing daerah Bakit Jebus.


Ceriak Nerang

Upacara ini biasanya dilakukan setelah panen padi, sebagai puji syukur pada Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah memberi berkah dan rezeki pada umatnya.

Perang Ketupat

Bagi masyarakat Bangka, khususnya masyarakat Tempilang, upacara ini diadakan pada bulan Sya'ban (perhitungan tahun hijriah) untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan umat Islam. Acara ini dilaksanakan di Pantai Pasir Kuning, Kecamatan Tempilang.

Barongsai

Seperti di tanah leluhurnya, China, pertunjukan kesenian Barongsai di pulau Bangka juga selalu menarik minat pengunjung. Kendati merupakan budaya import, masyarakat Bangka telah menganggap Barongsai sebagai budaya mereka. Seperti halnya kebudayaan-kebudayaan lokalnya.

Upacara ini bisanaya disajikan pada waktu bulan purnama atau hajatan, khususnya dikalangan masyarakat keturunan Tionghoa.

Mandi Belimau

Upacara mandi belimau ini merupakan tradisi yang sudah jadi turun temurun di masyarakat dusun Limbung desa Jada Bahri dan Desa Kimak, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan yang biasanya dilaksanakan seminggu sebelum awal puasa. Upacara adat mandi belimau di laksanakan di pinggir sungai Limbung.

Menurut pemaham mereka, melalui upacara Mandi Belimau ini, maka segala apa yang kita inginkan dan apa yang kita doakan akan terkabul asalkan sesuai dengan tatacara yang telah ditentukan.

Kawin Massal

Salah satu adat istiadat peninggalan zaman Kerajaan Sriwijaya yang masih dapat disaksikan pada masyarakat Bangka adalah acara adat perkawinan. Acara ini diadakan pada hari-hari baik sesuai dengan kepercayaan masyarakat dan dinamakan musim kawin. Musim kawin adalah suatu pesta kawin massal, setelah panen lada. Di desa-desa daerah Toboali, acara ini amat populer. Biasanya 15-20 pasang pengantin, dinikahkan dalam sehari.



WISATA SEJARAH


Vihara Dewi Kuan Yin

Tempat ini terletak di Desa Jelitik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, ± 15 km dari Kota Subgailiat. Tempat ini berada di kaki bukit dan terdapat aliran air sungai. Menurut kepercayaan masyarakat China, air tersebut dapat menyembuhkan penyakit, menjadi awet muda atau meminta sesuatu yang diinginkan. Tersedia juga kolam pemandian dan Vihara kecil untuk sembahyang.

Makam Depati Barin

Makam ini berada di Desa Kimak, Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. Lokasi ini dapat di tempuh ± 30 km dari Kota Sungailiat. Depati barin adalah salah seorang pahlawan Bangka yang menentang penjajahan Belanda. Bagi masyarakat Bangka perjuangan Depati Barin merupakan simbol kepahlawanan yang patut dihargai dan diakui sebagai patriot bangsa.



Makam Keluarga Abdi Dalem Hamengkubuwono XI

Obyek wisata ini terletak di Kota Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Merupakan makam keluarga Hamengkubuwono XI dari keraton Yogyakarta. Menurut sejarah, pada zaman penjajahan Belanda keluarga tersebut mengungsi dan mendapatkan istri yang berasal dari daerah Mentok.


Rumah Soekarno/Wisma Ranggam

Tempat ini berada di Kecamatan Mentok Kabupaten Bangka Barat, ± 30 km dari Kota Mentok. Di wisma ini terdapat kamar Presiden RI pertama. Wisma ini merupakan tempat bersejarah bagi bangsa Indonesia, karena di tempat ini pembuangan pengasingan Proklamator RI dan tempat mereka mengadakan pertemuan-pertemuan menyusun strategi kemerdekaan.

Klenteng Jebus

Tempat ini berada di Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat dan dapat ditempuh dengan jarak ± 124 km dari kota Sungailiat atau ± 78 km dari Kota Mentok. Klenteng China ini merupakan klenteng yang tertua dan terbesar bagi umat Kong Fhu Chu.

Klenteng ini selain tempat beribadah bagi umat Kongfhuchu di Pulau Bangka, juga merupakan simbol keagamaan, keangungan dan kebanggaan tersendiri bagi umatnya. Tempat ini merupakan suatu tempat bersejarah, khususnya bagi kaum keturunan yang datang ke Pulau Bangka. Bangunannya besar dan unik dengan ukiran khas China .

Makam H. Hotamarrasyid Bin H. Usman

Makam ini terletak di Kota Jebus sebelah utara, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat. Lokasinya ± 42 km dari Kota Jebus. Tempat ini merupakan makam keramat yang berada diatas bukit. Menurut sejarah, H. Hotamarrasyid bin H. Usman berasal dari Palembang , adalah seorang tokoh masyarakat yang disegani pada zaman kolonial Belanda.

Pha Khak Liang

Tempat ini berada di Desa Kuto Panji, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, ± 2 km dari Kota Belinyu atau ± 3 km dari Kota Sungailiat. Pha Kak Liang adalah sebuah kawasan wisata bergaya China, yang dibangun di daerah bekas tambang timah. Luasnya mencapai 2 ha. Wisatawan yang datang ke sini seolah berada di daratan hongkong atau Taiwan.

Daya tarik lain bagi wisatawan di sini yang tak kalah menariknya adalah pengunjung dapat menyaksikan ikan air tawar yang besar-besar bermunculan dari permukaan air. Apabila wisatawan memberikan sekedar makanan ikan yang telah disediakan oleh penjaga setempat. Menurut cerita, ikan-ikan tersebut tidak boleh dipancing atau dimakan.

KERAJINAN TANGAN

Pewter Timah

Kerajinan ini merupakan khas Pulau Bangka yang sangat populer karena satu-satunya yang ada di Indonesia. Bahan bakunya berasal dari timah, dengan produk yang dihasilkan berbentuk kapal phinisi, gantungan kunci, piala dan lainnya.



Kerajinan Akar Bahar

Akar bahar merupakan kerajinan yang bahan bakunya diambli dan dasar taut sekitar perairan Pulau Bangka. Kerajinan akar bahar merupakan salah satu kerajinan yang ada di Pulau Bangka. Produknya berbentuk souvenir atau cendera mata yang cukup bagus seperti tongkat komando yang sangat terkenal, gelang, kalung, vas bunga, gantungan kunci, cincin, anting/giwang dan lainnya. Bagi wisatawan yang datang ke Pulau Bangka sangat penting memiliki produk tersebut sebagai cinderamata khas Bangka.

Kerajinan Renda

Kerajinan tangan renda umumnya terdapat di daerah Belinyu, ± 54 km dari Kota Sungailiat. Kerajinan ini merupakan hasil industri rumah tangga yang dikerjakan oleh masyarakat. Hasilnya banyak diminati oleh wisatawan nusantara terutama Ibu-Ibu rumah tangga yang berkunjung ke Pulau Bangka.




Kerajinan Kopiah Resam

Kerajinan ini merupakan kerajinan rumah tangga yang berasal dari Desa Sengir, Kecamatan Payung, yang dikerjakan secara turun-temurun hingga saat ini. Kopiah tersebut terbuat dari serutan pohon pakis/paku dan dapat dimanfaatkan guna melengkapi ibadah sholat umat muslim.

Kerajinan Rotan

Kerajinan rotan di pulau berbentuk aneka peralatan ruman tangga, meuble, hiasan dinding dan tikar dengan desain yang menarik.




Kayu Ibul

Bahan baku produk ini banyak terdapat di hutan Pulau Bangka. Kerajinan ini berupa patung, tongkat, asbak dan lainnya.

Bambu Dan Anyaman Pandan

Kerajinan ini berupa hiasan dinding, tikar dan peralatan rumah tangga.


SARANA TRANSPORTASI

Pulau Bangka berada di jalur strategis yang dilalui oleh jalur internasional antara Singapura dan Jakarta. Jalur laut dan udara memiliki beberapa pintu masuk bagi wisatawan. Untuk jalur laut, Bangka - Tanjung Pinang atau Batam dan Singapura, tersedia Pelabuhan Belinyu dan Pangkal Balam; Jalur Bangka - Palembang digunakan Pelabuhan Mentok; Sedangkan untuk jalur Bangka - Belitung menggunakan Pelabuhan Pangkal Balam dan Pelabuhan Sadai; Untuk jalur udara tersedia Pelabuhan Udara Depati Amir, yang berjarak ± 40 km dari kota Sungailiat.



Jadwal Pesawat Udara

JENIS
PESAWAT

TUJUAN
JADWAL
PENERBANGAN
Riau Airlines

Jakarta
Batavia Air

Jakarta Setiap Hari
Sriwijaya Air

Jakarta Setiap Hari
Adam Airlines

Jakarta

Informasi lebih lengkap, klik www.wisatanet.com



Jadwal Kapal Cepat ASDP

JENIS
KAPAL

TUJUAN
JADWAL
KEBERANGKATAN
KFC Cisadane

Jakarta 1X Seminggu
KFC Mahakam

Jakarta 1X Seminggu

Informasi lebih lengkap, klik www.wisatanet.com



Jadwal Kapal Cepat Jet Foil

JENIS
KAPAL

TUJUAN
JADWAL
KEBERANGKATAN
Sumber Bangka

Palembang Setiap Hari
Express Bahari

Palembang Setiap Hari
Express Bahari

Tanjung Pandan Setiap Hari

Informasi lebih lengkap, klik www.wisatanet.com



Jadwal Kapal Laut PELNI

JENIS
KAPAL

TUJUAN
JADWAL
KEBERANGKATAN
KM. Bukit Raya

Tj. Priok
KM. Sirimau

Tj. Priok

Informasi lebih lengkap, klik www.wisatanet.com




Yourself@20.15