PARIWISATA BANGKA-BELITUNG
Selamat Datang Di Propinsi Kepulauan Bangka
Pulau Bangka yang dikenal sebagai penghasil Timah dan Lada Putih terbesar di
Sektor pariwisata saat ini sudah menjadi salah satu sektor unggulan di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung dan diharapkan sebagai penunjang utama dan dapat memberikan kontribusi yang besar bagi pendapatan negara dan pendapatan asli daerah (PAD) setelah timah. Pemerintah Kepulauan Bangka bersama pihak swasta saat ini sedang membangun fasilitas-fasilitas wisata yang dapat memberikan pelayanan untuk wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Bangka Belitung. Sektor pariwisata banyak melibatkan tenaga-tenaga terampil yang dengan sendirinya berpengaruh pada pertumbuhan perekonomian masyarakat
Selamat datang dan selamat menikmati keindahan alam dan keramahtamahan di daerah Sepintu Sedulang, Kepulauan Bangka Belitung.
![]()
Cakrawala Baru Di Zamrud Khatulistiwa
Selama ini Pulau Bangka terkenal sebagai penghasil timah terbesar di
Pada abad VII, pulau Bangka mulai dikunjungi orang-orang Hindu dari Siantan,
Secara Geografis, sebelah utara Pulau Bangka berbatasan dengan Laut Cina Selatan, sebelah barat dengan Selat Bangka dan Selat Gaspar, sebelah Selatan Laut Jawa, sebelah timur dengan Laut Cina Selatan dan dua selat, yakni Selat Karimata dan Selat Gaspar. Secara astronomis, Pulau Bangka berada pada posisi 1' 30� 3' 7� Lintang Selatan dan 105' 107' Bujur Timur. Luas Pulau ini mencapai ± 11.615 km persegi, dengan kondisi topografi terdiri dari daratan rendah berbukit, rawa-rawa dengan hutan tropis, serta dikelilingi oleh pantai berpasir putih, pemandangan indah serta laut yang jernih.
Pulau Bangka berpenduduk ± 825.236 jiwa dengan kepadatan rata-rata 382.172 jiwa/km2, dengan pertumbuhan penduduk rata-rata 0,22/tahun. Penduduk pulau ini beraneka ragam etnik dari seluruh
ADAT DAN BUDAYA
![]()
Selain pantai,
Pulau Bangka yang dikelilingi lautan, laksana surga-surga bagi para nelayan. Itulah secuil cermin tentang kebudayaan nelayan di pulau yang dulu dikenal sebagai penghasil timah.
Dalam perkembangannya, latar belakang masyarakat
Selain itu ada ritual-ritual budaya yang dipengaruhi unsur religi, sementara pertunjukan kesenian Barongsai mewakili kebudayaan masyarakat pendatang (Tionghoa)
Tapi diantara banyak ritual budaya di Bangka, upacara sepintu sedulang boleh jadi memiliki makna yang khusus. Inilah ritual yang menggambarkan persatuan masyarakat 
Sepintu Sedulang
Kata sepintu sedulang adalah semboyan dan motto masyarakat
Dari ritual ini, tercermin betapa masyarakat
Jiwa gotong royong masyarakat
![]()
Rebo Kasan
Inilah upacara yang sudah menjadi tradisi bagi masyarakat
Upacara ini biasa dilakukan di daerah pesisir Pantai Anyer Kecamatan Merawang. Upacara rebo Kasan adalah gambaran dari harapan para nelayan agar hasil tangkapan ikan mereka melimpah.
![]()
Buang Joang
Mirip dengan upacara Rebo Kesan, upacara Buang Joang juga dilakukan masyarakat nelayan sebelum pergi ke laut. Dalam ritual ini para nelayan menyampaikan permohonan dan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar saat mencari ikan tidak mengalami musibah atau terkena bencana dilaut, serta semoga mendapatkan penghasilan ikan yang banyak. Upacara ini bisa dilakukan oleh masyarakat di pantai Belimbing daerah Bakit Jebus.![]()
Ceriak Nerang
Upacara ini biasanya dilakukan setelah panen padi, sebagai puji syukur pada Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah memberi berkah dan rezeki pada umatnya.
![]()
Perang Ketupat
Bagi masyarakat
![]()
Barongsai
Seperti di tanah leluhurnya,
Upacara ini bisanaya disajikan pada waktu bulan purnama atau hajatan, khususnya dikalangan masyarakat keturunan Tionghoa.
![]()
Mandi Belimau
Upacara mandi belimau ini merupakan tradisi yang sudah jadi turun temurun di masyarakat dusun Limbung desa Jada Bahri dan Desa Kimak, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan yang biasanya dilaksanakan seminggu sebelum awal puasa. Upacara adat mandi belimau di laksanakan di pinggir sungai Limbung.
Menurut pemaham mereka, melalui upacara Mandi Belimau ini, maka segala apa yang kita inginkan dan apa yang kita doakan akan terkabul asalkan sesuai dengan tatacara yang telah ditentukan.
![]()
Kawin Massal
Salah satu adat istiadat peninggalan zaman Kerajaan Sriwijaya yang masih dapat disaksikan pada masyarakat
WISATA SEJARAH
![]()

Vihara Dewi Kuan Yin
Tempat ini terletak di Desa Jelitik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, ± 15 km dari Kota Subgailiat. Tempat ini berada di kaki bukit dan terdapat aliran air sungai. Menurut kepercayaan masyarakat
![]()
Makam Depati Barin
Makam ini berada di Desa Kimak, Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. Lokasi ini dapat di tempuh ± 30 km dari Kota Sungailiat. Depati barin adalah salah seorang pahlawan
![]()
Makam Keluarga Abdi Dalem Hamengkubuwono XI
Obyek wisata ini terletak di Kota Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Merupakan makam keluarga Hamengkubuwono XI dari keraton 
![]()
Rumah Soekarno/Wisma Ranggam
Tempat ini berada di Kecamatan Mentok Kabupaten Bangka Barat, ± 30 km dari Kota Mentok. Di wisma ini terdapat kamar
![]()
Klenteng Jebus
Tempat ini berada di Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat dan dapat ditempuh dengan jarak ± 124 km dari
Klenteng ini selain tempat beribadah bagi umat Kongfhuchu di Pulau
![]()
Makam H. Hotamarrasyid Bin H. Usman
Makam ini terletak di Kota Jebus sebelah utara, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat. Lokasinya ± 42 km dari Kota Jebus. Tempat ini merupakan makam keramat yang berada diatas bukit. Menurut sejarah, H. Hotamarrasyid bin H. Usman berasal dari
![]()
Pha Khak Liang
Tempat ini berada di Desa Kuto Panji, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, ± 2 km dari Kota Belinyu atau ± 3 km dari Kota Sungailiat. Pha Kak Liang adalah sebuah kawasan wisata bergaya
Daya tarik lain bagi wisatawan di sini yang tak kalah menariknya adalah pengunjung dapat menyaksikan ikan air tawar yang besar-besar bermunculan dari permukaan air. Apabila wisatawan memberikan sekedar makanan ikan yang telah disediakan oleh penjaga setempat. Menurut cerita, ikan-ikan tersebut tidak boleh dipancing atau dimakan.
KERAJINAN TANGAN
Pewter Timah
Kerajinan ini merupakan khas Pulau Bangka yang sangat populer karena satu-satunya yang ada di
![]()
Kerajinan Akar Bahar
Akar bahar merupakan kerajinan yang bahan bakunya diambli dan dasar taut sekitar perairan Pulau Bangka. Kerajinan akar bahar merupakan salah satu kerajinan yang ada di Pulau ![]()
Kerajinan Renda
Kerajinan tangan renda umumnya terdapat di daerah Belinyu, ± 54 km dari Kota Sungailiat. Kerajinan ini merupakan hasil industri rumah tangga yang dikerjakan oleh masyarakat. Hasilnya banyak diminati oleh wisatawan nusantara terutama Ibu-Ibu rumah tangga yang berkunjung ke Pulau Bangka.![]()
Kerajinan Kopiah Resam
Kerajinan ini merupakan kerajinan rumah tangga yang berasal dari Desa Sengir, Kecamatan Payung, yang dikerjakan secara turun-temurun hingga saat ini. Kopiah tersebut terbuat dari serutan pohon pakis/paku dan dapat dimanfaatkan guna melengkapi ibadah sholat umat muslim.
![]()
Kerajinan Rotan
Kerajinan rotan di pulau berbentuk aneka peralatan ruman tangga, meuble, hiasan dinding dan tikar dengan desain yang menarik.
![]()
Kayu Ibul
Bahan
![]()
Bambu Dan Anyaman Pandan
Kerajinan ini berupa hiasan dinding, tikar dan peralatan rumah tangga.
SARANA TRANSPORTASI | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pulau Bangka berada di jalur strategis yang dilalui oleh jalur internasional antara Singapura dan Jakarta. Jalur laut dan udara memiliki beberapa pintu masuk bagi wisatawan. Untuk jalur laut, Bangka - Tanjung Pinang atau Batam dan Singapura, tersedia Pelabuhan Belinyu dan Pangkal Balam; Jalur Bangka - Palembang digunakan Pelabuhan Mentok; Sedangkan untuk jalur Bangka - Belitung menggunakan Pelabuhan Pangkal Balam dan Pelabuhan Sadai; Untuk jalur udara tersedia Pelabuhan Udara Depati Amir, yang berjarak ± 40 km dari kota Sungailiat.
Informasi lebih lengkap, klik www.wisatanet.com
Informasi lebih lengkap, klik www.wisatanet.com
Informasi lebih lengkap, klik www.wisatanet.com
Informasi lebih lengkap, klik www.wisatanet.com |